Denpasar News – Pemerintah Provinsi Bali mengalokasikan dana sebesar Rp 1,26 miliar untuk membantu para korban banjir bandang Buleleng yang melanda wilayah tersebut dan menimbulkan dampak cukup besar bagi masyarakat setempat. Langkah sigap ini pemerintah ambil sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian nyata terhadap warga yang terdampak bencana.

Gubernur Bali menegaskan bahwa dana tersebut pihak pemerintah siapkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan mendesak para korban, mulai dari bantuan logistik berupa sembako, pakaian, perlengkapan tidur, hingga kebutuhan sanitasi dasar. Selain itu, sebagian dana juga pemerintah arahkan untuk mendukung proses evakuasi, penanganan medis korban, serta pembersihan kawasan yang terdampak luapan banjir bandang.
Baca Juga : Pengawasan Angkutan Jelang Nyepi Lebaran Denpasar Siagakan Posko
Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri. Dan relawan bergerak cepat turun langsung ke lokasi terdampak banjir bandang Buleleng segera setelah bencana terjadi. Mereka aktif melakukan evakuasi warga yang terjebak, mendirikan posko darurat, serta mendistribusikan bantuan kepada para korban yang membutuhkan pertolongan segera.
“Kami memastikan seluruh bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang paling membutuhkan. Pemerintah Provinsi Bali berdiri penuh di samping warga Buleleng yang tengah menghadapi cobaan berat ini,” ujar Gubernur Bali dalam keterangannya kepada media.
Pemerintah Kabupaten Buleleng juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan instansi terkait guna mempercepat proses pemulihan kawasan terdampak. Tim teknis dari dinas pekerjaan umum turun langsung meninjau kerusakan infrastruktur. Termasuk jalan, jembatan, dan saluran drainase yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir bandang.
Sejumlah warga yang kehilangan tempat tinggal pihak pemerintah tampung sementara di posko pengungsian yang pemerintah siapkan. Pemerintah juga mendatangkan tim psikolog untuk memberikan pendampingan mental bagi korban, terutama anak-anak dan lansia yang mengalami trauma pasca bencana.
Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen untuk terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Dan siap menambah alokasi anggaran apabila kebutuhan penanganan bencana di Buleleng terus berkembang. Keselamatan dan pemulihan seluruh warga terdampak menjadi prioritas utama yang pihak pemerintah kawal hingga kondisi benar-benar kembali pulih.















